Bila kita melihat fenomena masyarakat kita
dewasa ini, maka kebanyakan dari mereka sudah sangat terjebak dengan aktivitas
atau rutinitas pekerjaannya sehari-hari; sampai-sampai tidak ada waktu lagi
bagi mereka untuk mencari ilmu agama, apalagi mesti mengamalkannya. Seolah-olah
mereka lupa, bahwa hidup di dunia ini akan selamanya, padahal kita semua
menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri, bahwa ada orang yang tadinya
sehat, kuat bahkan dia termasuk keluarga, teman atau kenalan kita, tapi
sekarang sudah pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Ini menunjukkan bahwa
hidup di dunia ini tidak akan kekal, artinya setiap manusia itu pasti mati
serta mesti mempertanggung jawabkan semua amal perbuatannya.
Di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman :
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُون
"tiap-tiap yang berjiwa
akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan
keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada
kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al-Anbiya
[21] : 35).
Di dalam hadits Rasulullah SAW
memperingati,
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ
اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : أَتَانِى
جِبْرِيْلُ فَقَالَ لِى يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ وَأَحْبِبْ
مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُجْزَى بِهِ
(رواه البيهقي).
Dari Jabir ra., ia telah berkata : telah bersabda
Rasulullah SAW : "Jibril telah datang kepadaku kemudian berkata : 'Hai
Muhammad! Hiduplah sekehendakmu tapi ingat kamu pasti akan meninggal,
dan cintailah siapa pun yang kau sukai tapi ingat kamu pasti akan berpisah
dengannya, dan berbuatlah sekehendakmu tapi ingat bahwa perbuatanmu itu akan
dimintai pertanggung jawabannya." (HR. Al-Baihaqi).
Sehingga
tidak pantas bagi kita untuk menyia-nyiakan kehidupan yang telah dianugerahkan
Allah SWT kepada kita ini. Bahkan di dalam hadits qudsi dijelaskan,
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-
قَالَ «إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِى
أَمْلأْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ وَإِلاَّ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَيْكَ
شُغْلاً وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ». (سنن الترمذي, كتاب صفة القيامة، باب من
كانت الآخرة همه، حديث رقم : 2654).
Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu
'alaihi wa Salam beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman:
Wahai anak Adam, luangkanlah waktu (curahkanlah tenaga, fikiran dan waktu)
untuk beribadah kepadaKu niscaya Aku penuhi dadamu dengan rasa cukup
(kekayaan) dan aku tutupi kefakiranmu, jika kamu tidak mengerjakannya
(tidak beribadah) Aku akan penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak
menutupi kefakiranmu." (Sunan At-Tirmidzi, Kitab : Shifatul
Qiyamah, Bab : Man Kanatil Akhiratu Hammahu, Hadits No. 2654).
Berdasarkan keterangan-keterangan di atas ini-lah, maka CRM Syariah
hadir di tengah-tengah masyarakat yang sudah terjebak dengan kehidupan dunia
ini, untuk sedikit memberikan cahaya
kehidupan berupa menyebarkan ilmu-ilmu agama Islam baik dalam bentuk buku
fisik maupun dalam bentuk e-CRM Syariah booknya.
CRM
Syariah merupakan suatu sistem yang mengajak kita bahwa walau pun ditengah-tengah kesibukan kita
dengan pekerjaannya masing-masing, tapi kita masih tetap bisa menuntut ilmu
agama Islam secara sistematis dari awal sampai akhir atau dari A – Z, sekaligus
bisa menyebarkannya lagi pada orang lain (kewajiban agama untuk mencari ilmu
dan menyebarkannya secara sekaligus), bahkan kita pun bisa memperoleh penghasilan
(walau pun ini bukan merupakan tujuan utamanya). Hal ini sebagaimana moto CRM
Syariah "Kejar akhirat Dunia mengikuti", sehingga di dalam CRM
SYARIAH ini maka niat yang pertama dan utama adalah mencari ridha Allah SWT
dengan memperoleh serta menyebarkan ilmu-ilmu agama Islam; sedangkan untuk
masalah dunia Allah SWT lah yang menjaminnya untuk kita, tentu semua itu
tergantung besar dan kecilnya usaha dan ikhtiar kita (etos kerja). (lih. aliyesukses
di www.jobcircle.co.id).
Sebagaimana
kita ketahui bersama, bahwa mencari ilmu dan menyebarkannya merupakan fardhu
'ain (kewajiban bagi setiap muslim) sepanjang hidup kita. Hal ini
sebagaimana keterangan di bawah ini :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ
مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ
الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ ». (رواه بن ماجه).
Dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi
setiap muslim. Dan orang yang meletakkan ilmu bukan pada pada ahlinya,
seperti seorang yang mengalungkan mutiara, intan dan emas ke leher babi."
(HR. Ibn Majah).
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو
أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ «بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً،
وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِى إِسْرَائِيلَ وَلاَ حَرَجَ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَىَّ
مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ» (رواه
البخاري).
Dari 'Abdullah bin 'Amru bahwa Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Sampaikan dariku sekalipun satu ayat dan
ceritakanlah (apa yang kalian dengar) dari Bani Isra'il dan itu tidak apa
(dosa). Dan siapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka bersiap-siaplah
menempati tempat duduknya di neraka". (HR. Al-Bukhari).
Sedangkan
mengenai keutamaan mencari ilmu serta mengajarkannya, maka hal ini dijelaskan
di dalam keterangan-keterangan di bawah ini :
وعن أَبي الدرداء، قَالَ : سَمِعْتُ رسول
الله يقول : ((مَنْ سَلَكَ طَرِيقاً
يَبْتَغِي فِيهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَريقاً إِلَى الجَنَّةِ)) . (رواه
أَبُو داود والترمذي).
Dan
dari Abu Darda ra., ia berkata : aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan
memudahkan baginya jalan menuju surga" (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi).
عَنْ أَنَسِ بْنِ
مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-:
مَنْ تَفَقَّهَ فيِ دِيْنِ اللهِ كَفَّاهُ هَمَّهُ وَ رِزْقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ
يَحْتَسِبُ. (رواه ابن عبد البر)
Dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa berusaha memahami ilmu agama
Allah pasti Allah akan mencukupkan keinginannya dan rizkinya dari arah yang
tidak disangka-sangka." (HR. Ibn Majah).
عَنْ زَيْدِ
بْنِ ثَابِتٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه
وسلم- : نَضَّرَ
اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ غَيْرَهُ (رواه الترمذي).
Dari Zaid bin Sabit
ra., ia telah berkata : telah bersabda Rasulullah SAW : "Semoga Allah
SWT memberikan kebahagian kepada seseorang yang mendengar hadits dari kami, dia
menghafalnya sehingga dia menyampaikannya kepada yang lainnya,". (HR.
At-Tirmidzi).
Inti dari CRM
Syariah ini adalah menyebarkan ilmu-ilmu agama Islam, sebagai realisasi dari
Hadits-Hadits Nabi SAW di atas. Tujuannya adalah masyarakat muslim Indonesia
yang sangat merindukan kembalinya kejayaan Islam dan kaum Muslimin.
Produk
utama dari CRM Syariah adalah buku agama Islam, yaitu terbagi kepada dua
kategori, yaitu :
1] kategori buku
fisik yang akan di bagikan kepada para pendaftar baru (anggota baru)
sebanyak 50 judul buku (materi dasar-dasar ke-Islaman) dan anggota aktif
(puluhan buku lanjutan) yang akan dikirimkan langsung ke alamat tujuan anggota,
dan ini akan berlangsung tiap bulan. Jadi anggota aktif CRM Syariah
(lihat. usermanual "CRM Syariah.co.id" supaya bisa jadi
anggota aktif) akan selalu mendapat kiriman buku agama Islam berkualitas tiap
bulan.
2] kategori buku
elektronik (E-CRM SYARIAH Book). Ini akan hadir di download CRM Syariah
tiap bulan. Tema dalam e-CRM Syariah book ini, kami sususun secara sistematis,
yaitu dari awal mengenal Islam sampai tingkat selanjutnya, atau mengenal Islam
yang dalam Istilah kami dari A – Z.
Anda tidak perlu bingung lagi
dari mana saya harus memulai mempelajari Islam, sebab jika kita pergi ke toko
buku untuk mempelajari Islam, maka kita akan kebingungan buku mana yang mesti
pertama saya baca untuk dapat memahami agama Islam ini. Tapi insya Allah dengan segala keterbatasan
kami, di e-CRM Syariah book ini, kami akan berusaha menampilkan Islam
dari arah yang sangat mudah untuk difahami bahkan di amalkan dalam kehidupan
sehari-hari, yang dalam istilah kami disebut dengan "memahami Islam
dari A-Z".
Sebagai contoh :
"Kami memulai menjelaskan Islam dengan
memberikan gambaran utuh mengenai kerangka agama Islam ini, yang hal ini pun
merupakan kurikulum sepanjang hidup kita dalam rangka mempelajari agama Islam
ini. Kami membaginya ke dalam 6 kerangka dasar agama Islam :
1. 2 Macam tarbiyyat
Allah SWT.
2. Kerangka dasar agama
Islam.
3. Kerangka Iman
(Syu'abul Iman).
4. Kerangka Ilmu dalam
Islam.
5. Kerangka Sumber Hukum
Islam.
6. Kerangka garis besar
kandungan Al-Quran." (Semua materi ini akan anda peroleh di edisi 1 dan 2 CRM
Syariah.co.id).
"Setelah menjelaskan
kerangka umum agama Islam maka setelah itu kami jelaskan secara sederhana
bagian-bagian agama Islam tersebut". Sehingga pada akhirnya anda akan
mudah dalam memahami ilmu agama Islam ini.
Produk e-CRM Syariah book ini
akan di peroleh oleh semua anggota CRM Syariah, baik itu yang baru, aktif,
maupun yang fasif semuanya akan memperoleh e-CRM Syariah book ini
selama-lamanya. Mudah-mudahan bermanfaat.
Ahli
hikmah mengatakan bahwa hidup itu diawali dari B
dan di akhiri dengan D. B artinya Bird (kelahiran)
sedangkan D artinya Death (kematian), artinya hidup di awali dengan kelahiran
(B) dan di akhiri dengan kematian (D).
Tapi
antara B dan D itu ada huruf C yang artinya Choice
(pilihan). Artinya hidup itu adalah pilihan, apakah kita memilih
untuk menjadi orang yang banyak bermanfaat bagi orang lain atau malah
sebaliknya. Rasulullah SAW bersabda :
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللهِ أَنْفَعُهُمْ
للِنَّاسِ
(رواه الدارقطني).
"Orang yang paling dicintai oleh Allah
adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain".
Akhirnya
kami berharap, mudah-mudahan CRM Syariah ini bisa memberikan banyak kemanfaatan
bagi umat Islam, khususnya umat Islam di Indonesia, dengan tersebarnya ilmu di
tengah-tengah umat Islam.
Sekarang
giliran anda untuk memilih! Kami hanya menyediakan sistem crm syari'ah yang
akan membantu anda bisa menyebarkan ilmu kepada semua orang dalam kondisi
sesibuk apa pun anda tapi anda tetap bisa memberikan kemanfaatan pada orang
lain. Wallahu a'lam bi shawwab.
